Ditulis pada tanggal 13 April 2012, oleh spiub, pada kategori Berita SPI

Workshop Audit Berbasis Resiko oleh SPI UB

Satuan Pengawasan Internal Universitas Brawijaya (SPI UB) dinilai bagus, bahkan menjadi percontohan di Indonesia. Salah satu prestasi UB adalah mendapatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) saat pemeriksaan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) tahun lalu. ” Tidak banyak yang mendapat predikat ini, ” ujar Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito di Sosialisasi Blueprint Risk Based Audit, Kamis (16/2), di Ruang Sidang lantai VIII Gedung Rektorat.
Menurut Rektor, urgensi SPI terkait dengan transparansi dan akuntabilitas institusi. Resikonya bila tidak memenuhi dua hal tersebut segala yang dilakukan tidak bisa dipertanggungjawabkan. “Urusannya bila ada masalah bukan lagi dengan Inspektorat tapi bisa ke Kejaksaan, ” tambahnya di hadapan Dekan, Pembantu Dekan,Ketua lembaga, Kepala Biro dan Kepala Tata Usaha Fakultas.

Selain itu, Rektor menyampaikan bahwa UB diapresiasi oleh BPK karena merupakan universitas yang tercepat dan terlengkap saat merespon temuan BPK. Namun bagi Ketua SPI UB Prof Dr Made Sudarma SE Ak MM CPA, mengakui prestasi tersebut merupakan hal yang berat. ┬áIa mengakui selama ini SPI belum berfungsi secara optimal. Karena SPI bukan hanya melaksanakan fungsi audit juga konsultasi. Di kesempatan yang sama Prof Made membeberkan target SPI UB tahun ini. Diantaranya adalah Penguatan Internal SPI, Penyusunan Blueprint Risk Based Audit, Review Laporan Keuangan satker 023 dan satker BLU semester I dan II, Audit Terpadu fakultas (keuangan, kepegawaian, TI, sarana dan pembangunan), Audit Bidang Teknologi Informasi, Audit bidang Sarana dan Prasarana, Audit bidang Keuangan, Audit bidang Kepegawaian. Sedangkan untuk tahun 2011, disampaikannya, SPI telah melakukan audit untuk Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Administrasi, Fakultas Teknik, Job Placement Center, UB Hotel, Review Laporan Keuangan dan Pendampingan KAP. Fakultas atau lembaga yang telah diaudit masih mungkin diaudit kembali karena audit yang dilakukan baru secara umum. “Walau FISIP sudah diaudit bukan berarti tidak akan diaudit lagi,” ungkapnya.[ai]

Sumber: Prasetya Online UB